Rabu, 03 Juli 2013

BUDAYA ORGANISASI

Pengertian dan fungsi Budaya Organisasi

Dalam kehidupan masyarakat sehari-hari tidak terlepas dari ikatan budaya yang diciptakan. Ikatan budaya tercipta oleh masyarakat yang bersangkutan, baik dalam keluarga, organisasi, bisnis maupun bangsa. pengertian atau definisi dari budaya organisasi tersendiri adalah , budaya yaitu suatu tingkah laku atau kebiasaan sekelompok manusia yang sudah ada sejak nenek moyang mereka dan mereka melastarikan tingkah laku atau kebiasaan tersebut . Sedangkan organisasi adalah sekumpulan manusia , sekelompok manusia yg bersatu berorganisasi untuk menuju suatu tujuan tertentu secara bersama.
Budaya membedakan masyarakat satu dengan yang lain dalam cara berinteraksi dan bertindak menyelesaikan suatu pekerjaan. Budaya mengikat anggota kelompok masyarakat menjadi satu kesatuan pandangan yang menciptakan keseragaman berperilaku atau bertindak. Seiring dengan bergulirnya waktu, budaya pasti terbentuk dalam organisasi dan dapat pula dirasakan manfaatnya dalam memberi kontribusi bagi efektivitas organisasi secara keseluruhan. Budaya organisasi merupakan nilai yang dikembangkan oleh organisasi dimana hal itu menuntun perilaku dari anggota organisasi itu sendiri. budaya organisasi adalah suatu persepsi bersama yang dianut oleh anggota-anggota organisasi itu . pola dasar yang diterima oleh organisasi untuk bertindak dan memecahkan masalah, membentuk karyawan yang mampu beradaptasi dengan lingkungan dan mempersatukan anggota-anggota organisasi. Untuk itu harus diajarkan kepada anggota termasuk anggota yang baru sebagai suatu cara yang benar dalam mengkaji, berpikir dan merasakan masalah yang dihadapi. sebagai suatu pola asumsi-asumsi mendasar yang dipahami bersama dalam sebuah organisasi terutama dalam memecahkan masalah-masalah yang dihadapi. Pola-pola tersebut menjadi sesuatu yang pasti dan disosialisasikan kepada anggota-anggota baru dalam organisasi.

Fungsi budaya
1. Sebagai kekuatan penggerak . Karena jika budaya terbentuk melalui proses belajar- menajar (learning process ) maka budaya itu dinams
2. Sebagai identitas dan citra suatu masyarakat . Identitas ini terbentuk olej berbagai faktor sperti sejarah , kondisi dan sesi geografis , sistem-sistem sosial , politik dan ekonomi dan perubahan nilai di dalam masyarkat , perbedaan dan identitas budaya dapat mempengaruhi kebujakan pemerinyahan di berbagai bidang.
3. Sebagai warisan , budaya disosialisasikan dan diajarkan kepada generasi berikutnya
4. Sebagai pengikat suatu masyrakat . Kebersamaan adalah faktir pengikat yang kuat seluruh anggota masyarakat
5. Sebagai sumber . Budaya merupakan sumber inspirasi , kebanggaan , dan sumber daya . Budaya dapat menjadi komiditi ekonomi misalnya wisata budaya .
6. Sebagai kemampuan untuk membentuk nilai tambah .
7. Sebagai pola perilaku , budaya berisi norma tingkah laku dan menggariskan batas toleransi sosial
8. Sebagai subtitusi (pengganti) formalisasi
9. Sebagai mekanisme adaptasi terhadap perubahaan , dilihat dari sudut ini , pembangunan seharusnya merupakan proses budaya
10. Sebagai proses yang menjadikan bangsa kongruen dengan negara sehingga terbentuk
Fungsi budaya dalam organisasi
1. Budaya sebagai mekanisme pembuat makna dan kendali yang memandu dan membentuk sikap serta perilaku karyawan.
2. Budaya membawa suatu rasa identitas bagi anggota-anggota organisasi.
3. Budaya merupakan perekat sosial yang membantu mempersatukan organisasi itu dengan memberikan standar-standar yang tepat untuk dilakukan oleh karyawan.
4. Budaya mempermudah timbulnya komitmen pada sesuatu yang lebih luas daripada kepentingan diri individual seseorang.
5. Budaya menciptakan pembedaan yang jelas antara satu organisasi dan yang lain
6. Tipologi budaya organisasi bertujuan untuk menunjukkan aneka budaya organisasi yang mungkin ada di realitas, Tipologi budaya organisasi dapat diturunkan dari tipologi organisasi misalnya dengan membagi tipe organisasi dengan membuat tabulasi silang antara jenis kekuasaan dengan jenis keterlibatan individu di dalam organisasi. [b]

Tipologi Budaya Organisasi

Tipologi yang lain dikemukakan oleh Deal & Kennedy yang memilah budaya organisasi ke dalam empat kategori budaya berdasarkan dua faktor utama, yaitu :
• Derajat resiko dalam kegiatan bisnis
• Kecepatan perusahaaan atau manajemen dalam mendapatkan umpan balik atas keputusan atau strategi




Dan secara umum budaya organisasi terpilah menjadi dua kutub besar yaitu :
1. budaya administrative
2. budaya entrepreneur
Pemahaman dua klasifikasi dasar budaya organisasi ini akan menuntun kearah pemahaman budaya organisasi secara lebih baik.
Perusahaan yang memiliki budaya administratif bertolak belakang dari budaya entrepreneur, aktifitas yang dilakukan lebih memfokuskan pada peluang-peluang yang sudah ada. Budaya administratif ini memandang bahwa peluang yang diperoleh harus terus dipertahankan, karena investasi yang ditanamkan sangat besar. Konsekuensi logisnya perusahaan membutuhakan prosedur pengendalian yang cukup kerar untuk mempertahankan peluang yang sudah diperoleh ini. Dinamika budaya administratif tidak sedinamis budaya entrepreneur. Struktur organisasi juga dengan diseseuaikan aktivitas usaha perusahaan yang menganut budaya administratif ini sedangkan,
Perusahaan yang memiliki jenis budaya entrepreneur dalam setiap aktivitasnya selalu memfokuskan pada peluang-peluang baru. Hal ini tercermin dalam jiwa kewiraswastaan yang selalu menganggap bahwa dengan menemukan dan memanfaatkan peluang-peluang baru tersebut perusahaan akan selalu survive dan terdorong untuk selalu berusaha mencapai sasaran yang berbeda-beda dari satu period eke periode berikutnya. Karenanya kegiatan operasional yang terjadi dalam perusahaan sangat dinamis dan membutuhkan sumber daya manusia yang cepat dalam mengantisipasi perubahan-perubahan internal maupun eksternal. Perusahaan akan berusaha memenuhi sarana yang dibutuhkan untuk merealisasikan kegiatan dalam upaya meraih kesuksesan dari peluang baru itu.
Dibutuhkan kompabilitas struktur organisasi dengan budaya agar dapat memperoleh peluang-peluang baru dan mempertahankan peluang yang sudah ada.



sumber / refrensi
[a] Budaya Organisasi oleh Taliziduhu Ndraha , diterbitkan oleh PT RINEKA CIPTA , cetakan pertama , juni 1997 , jakarta .
[b] Perilaku dan Budaya Organisasi oleh A.A Anwar Prabu Mangkunegara , diterbitkan oleh Refika aditama , Tahun 2005 , Bandung .
[c] A.B. Susanto, F.X. Sujanto, Himawan Wijanarko, Patricia Susanto, Suwahyudi Mertosono, Wagiono Ismangil, “Corporate Culture and Organization Culture”

Share:

Sabtu, 08 Juni 2013

IMBALAN DAN HUKUMAN DALAM ORGANISASI

Definisi

PENGERTIAN IMBALAN DAN HUKUMAN DALAM ORGANISASI

  • Menurut Ivancevich (1998) Compensation is the Human Recources Manajement function that deals with every type of reward individuals receive in exchange for performing organisatio tasks. Kompensasi adalah fungsi manajemen sumber daya manusia yang berkaitan dengan semua bentuk penghargaan yang dijanjikan akan diterima karyawan sebagai ombalan dari pelaksanaan tugas dalam upaya pencapaian tujuan perusahaan. Imbalan dalam organisasi adalah elemen kritis di setiap strategi organisasi guna memotivasi karyawan atau anggota-anggota. Untuk memotivasi, imbalan harus dinilai oleh karyawan atau anggota-anggota dan distribusi mereka harus wajar. Semua faktor lain sama, karyawan atau anggota-anggota dengan prestasi yang lebih baik sebaiknya menerima imbalan lebih besar dari mereka yang kurang. 
  • Hukuman dalam organisasi adalah pemberian suatu kejadian (tindakan) yang tidak disukai atau penghapusan suatu kejadian positif setelah adanya tanggapan yang mengurangi frekuensi tanggapan sebelumnya. Ada hubungan atau kemungkinan antara tanggapan yang ditentukan dengan konsekuensi yang tidak disukai atau stimulus (misal : pengurangan upah karena tidak kehadiran, memo yang diumumkan tentang prestasi pegawai yang buruk). Penolakan beberpa pihak terhadap penggunaan hukuman didasarkan atas moral bahwa tindakan yang menyakitkan adalah buruk dan harus dihindarkan. 

Dampak pada kinerja organisasi

Sebuah studi dilapangan General Elektrik bahwa ada sejumlah factor yang mengurangi efek-efek dari kecaman (criticism). Walaupun kritikan yang terbatas jumlahnya itu dapat diterima secara konstruktif, namun banyak kritikan yang menimbulkan reaksi defensive. Walaupun pjian dianggap lebih unggul daripada kritikan namun studi ini menunjukan bahwa efeknya sangat kecil. Baik positive maupun negative pada tingkat defensive, pada sikap terhadap manajer atau pada pencapaian sasaran. Aspek harga diri dari kepribadian itu berinteraksi dengan jumlah ancaan sejauh mana tercapainya sasaran; orang-orang yang rendah harga dirinya mencapai jauh lebih sedikit sasaran dibawah kondisi ancaman tinggi. Tetapi jumlah ancaman tidak banyak bedanya terhadap mereka yang punya harga diri.

Pemakaian rewards (imbalan,hadiah) dan pinalties dapat membuat individu-individu secara public bergerak kearah yang dikehendaki. Tetapi secara pribadi mereka mempertahankan sikap mereka yang sebelumnya. Perilaku dengan cepat kembali ke pola lama dalam kasus ini. Collins dan Guetzkow mengemukakan bahwa hukuman itu hanya mempengaruhi perilaku bila kondisi untuk hukuman tersebut ditentukan dengan jelas dan diamati kepatuhan terhadapnya. Ring dan Kelley menemukan bahwa jika perubahan adalah kea rah orientasi semula dari subjek itu, maka penekanan pada imbalan dan hukuman tidak ada bedanya. Tetapi jika kepercayaan subjek itu ditentang, maka pemakaian hukuman meningkatkan penyuembunyian pendapat, semaki berkurangnya kesadaran terhadap sikap pelatih, dan berkurangnya perubahan.

Berkowitz, Levy, dan Harvey menunjukan bahwa hubungan kelompok itu dipengaruhi oleh apakah anggota –anggota kelompok itu menerima penilaian yang berbeda-beda atau tidak. Tidak banyak timbul perbedaan dalam hubungan kelompo  jika semua penilaian yang baik dan yang tidak baik itu diterima. Akan tetapi, evaluasi yang berbeda-beda akan memperburuk hubungan kelompok. Pollack dan Knaff medapatkan bahwa individu yang mengerjakan tugas-tugas rutin akan meningkat produktivitasnya jika hukuman dipakai utuk menghukum kegagalan dalam kinerja. Mereka yang komitmennya rendah dimasa lampau (seperti tampak dari buruknya kinerja dimasa lampau) sangat membaik kinerja mereka; mereka yang dimasa lampau tinggi komitmennya akan memberikan tanggapan yang kira-kira sama dibawah kondisi tak ada imbalan, ada imbalan, ada kondisi hukuman.

Studi pertama Day dan Hamblin menunjukan bahwa tak banyak artinya apakah memakai pendekatan hukuman atau tidak. Akan tetapi, jika pendekatan hukuman itu digabung dengan supervise umum, maka efeknya adalah meningkatnya agresi terhadap supervisior dan rekan sekerjanya dan meningkatnya ketidakpuasan terhadap tugas. Dalam studi kedua mereka, Day dan Hamblin menemukan bahwa menghukum kesalahan itu menghasilkan produktivitas tinggi dan ketidakpuasan terbesar terhadap gaya kepemimpinannya. Pemberian sokongan atau postur memberikan imbalan itu menghasilkan sikap yang lebih baik terhadap pemimpin, tetapi menurunkan produktivitas. Hubungan ini lebih membingungkan jika kepempinan yang ketat atau umum itu digabung dengan pemberian sokongan dan hukuman. Kombinasui hukuman untuk kesalahan-kesalahan, sokongan yang minimal, dan direksi umum, menghasilkan ketidakpuasan terbesar tehadap pemimpin, tetapi juga menghasilkan produktivitas tertinggi. Meminimumkan hukuman digabung dengan direction yang ketat, akan menghasilkan ketidakpuasan yang sdang-sedang terhadap pemimpin dan mengakibatkan produktivitas terendah.

Kesimpulan mengenai bagaimana imbalan dan hukuman itu mempengaruhi perilaku itu bergantung…’’ itu dipengaruhi oleh
·         Berapa banyak hukuman dipakai. Jka sedikit,  akan lama mempengaruhi perilaku. Dengan meningkatkan hukuman, mereka dengan cepat member pengaruh yang negative.
·         Tingkat harga diri. Makin rendah harga diri, makin besar keperluan untuk membatasi pemakaian hukuman.
·         Potensi untuk penyembunyian dan penolakan pasif. Jika individu-individu itu dapat dengan segera menyembunyikan sikap perilaku actual, maka hukuman itu akan kurang efektif dibandingkan dengan imbalan.
·         Tajamnya perubahan. Jika orientasi individu itu sangat saling bertentangan, misalnya; mencari banyak perubahan, maka hukuman akan kurang efektif dibandingkan dengan imbalan.
·         Jumlah komitmen untuk melaksanakan pekerjaan yang baik. Semakin kurang komitmen, semakin besar efek hukuman dalam merangsang peubahan, paling tidak dalam jangka pendek.
·         Bagaimana ketatnya supervisior memimpin bawahan. Supervisi yang ketat bila digabung dengan penekanan pada hukuman, akan menciptakan pengaruh buruk, yang tak akan ditimbulkan oleh salah satu factor saja.
Sumber:
GIBSON, IVANCEVICH, DONNELY. ORGANIZATIONS, 8 ED, BINARUPA AKSARA, JAKARTA, 1996.
Struktur dan proses organisasi 2, Arlyn J.Melcher,penerbit : Rineka cipta,Jakarta


Share:

Sabtu, 04 Mei 2013

komunikasi organisasi dan pengambilan keputusan di organisasi



Metode komunikasi lain yang sering dipergunakan dalam situasi pekerjaan, yaitu penggunaan kata-kata. Banyak diantara para pekerja yang menggunakan lebih dari 50% waktu mereka dalam bentuk komunikasi dengan menggunakan kata-kata. Kesulitan sering muncul dikarenakan hampir setiap kata mengandung sejumlah arti. Arti ganda sering muncul ketika kita mencoba berbicara tentang dunia yang sangat rumit, sedangkan jumlah kata-kata yang digunakan terbatas. Arti sebuah kata mungkin dapat dianggap menghina apabila digunakan dengan suatu cara yang kurang tepat, namun jika digunakan dengan cara yang lain kata tersebut mungkin memiliki arti yang lebih dapat diterima. Demikianlah dalam pribahasa sering dikatakan, bahwa “kata mengandung sejuta makna”. Hal lain yang perlu diperhatikan adalah “konteks” komunikasi. Suatu kata-kata akan memiliki arti yang lebih pasti apabila kita memahami konteks komunikasi, sehingga arti kata dapat dipersempit dalam batas-batas tertentu. Sebuah kata bisa memiliki begitu banyak arti yang dapat membingungkan sampai pada akhirnya kata tersebut diletakkan dalam konteksnya. Oleh karena itu seorang komunikator yang efektif akan berpusat pada suatu gagasan dan bukan pada kata-katanya, dengan menyadari bahwa kata-kata tidak memiliki arti, dan oranglah yang mengartikannya. Suatu konteks menyediakan arti bagi kata-kata melalui isyarat sosial (social cues) yang dapat diterima orang lain. Isyarat sosial adalah kepingan informasi positif dan negatif dalam lingkungan bekerja yang mempengaruhi cara kita bereaksi terhadap komunikasi. Contoh isyarat sosial adalah nada suara, aksen, serta riwayat menggunakan kata-kata dalam budaya tertentu. Tingkat pemahaman atas semua isyarat itu akan berbeda-beda, bergantung pada kredibilitas sumber, pengalaman yang kaitannya dengan masa lampau, ambiguitas dari isyarat tersebut, serta perbedaan antar individu. Seorang komunikator yang ulung perlu mengetahui konteks dan isyarat sosial dengan baik, karena bahasa atau kata tanpa dibarengi pemahaman akan konteks adalah kabut semantik, sebagaimana kabut yang sesungguhnya, ia akan mengganggu indra dan persepsi kita. Jenis simbol lain adalah gambar, yaitu untuk memperkuat penjelasan komunikasi melalui kata-kata. Suatu organisasi sangat banyak menggunakan gambar khususnya dalam presentasi, seperti cetak biru (blue prints), bagan, peta, film, model tiga dimensi serta sarana serupa lainnya. Gambar biasanya paling efektif apabila dipadukan dengan kata-kata dan gaya tindakan yang dipilih dengan baik untuk menceritakan suatu kisah yang lengkap, maka atas alasan ini suatu gambar sering disebut juga sebagai alat bantu visual. 



Struktur organisasi :
  • Struktur adalah cara sesuatu disusun atau dibangun organisasi yang merupakan suatu wadah berkumpulnya minimal dua orang untuk mencapai sebuah tujuan.
  • Struktur Organisasi adalah Suatu susunan dan hubungan antara tiap bagian secara posisi yang ada pada perusahaaan dalam menjalin kegiatan operasional untuk mencapai tujuan. 
  • Struktur organisasi adalah bagaimana pekerjaan dibagi, dikelompokkan, dan dikoordinasikan secara formal.
Keputusan manajerial

Pengambilan keputusan (decision making) adalah proses identifikasi masalah dan kesempatan kemudian memecahkannya. Pengambilan keputusan yang baik merupakan bagian vital dari maanjemen yang baik, karena keputusan-keputusan yang menentukan bagaimana suatu cara organisasi menyelesaikan masalah, mengalokasikan sumber daya dan meraih sasaran 

4 keputusan manajerial  sebagai pembentuk struktur organisasi :
  • Pembagian kerja 
  • Pendelegasian kewenangan 
  • Pembagian Departemen 
  • Rentang Kendali

Pembagian Kerja

Para manager membagi seluruh tugas organisasi menjadi pekerjaan-pekerjaan khusus yang tersusun dari aktivitas-aktivitas khusus. Secara ringkas dapat dinyatakan bahwa pembagian kerja akan mempengaruhi tingkat prestasi organisasi melalui minimisasi ketergantungan pada individu-individu tertentu atau perpindahan yang percuma komponen-komponen pekerjaan besar 

Pendelegasian kewenangan (delegation of authority) 

mengacu secara khusus pada kewenangan pengambilan keputusan, bukan melakukan pekerjaan. Pendelegasian kewenangan memiliki efek positif pada pengembangan manager professional, dan membawa iklim persaingan dalam organisasi. 

Pembagian departemen :
  • Pembagian departemen ini dapat dikelompokkan menjadi pembagian departemen berdasarkan 
  • Fungsinya (functional departementalization) 
  • Wilayah (geographic departementalization) 
  • Produk (product departementalization) 
  • Pelanggan (customer departementalization). 

Rentang kendali

jumlah bawahan yang melapor kepada atasan. rentang ini merupakan satu faktor yang mempengaruhi bentuk dan tinggi suatu struktur organisasi.



sumber buku  : PROF. DEDDY MULYAN, M.A.,Ph.D. ILMU KOMUNIKASI, SUATU PENGANTAR, JULI 2010

Share:

Jumat, 07 Desember 2012

Struktur Organisasi PT. TELEKOMUNIKASI INDONESIA, Tbk.


Dalam pengelolaan organisasinya, PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk. memiliki sebuah Dewan Komisaris yang terdiri dari 1 (satu) ketua dan 4 (empat) anggota serta sebuah Dewan Direksi yang beranggotakan 1 (satu) orang Presiden Direktur atau CEO dan 4 (empat) orang anggota Dewan Direksi lainnya yang memiliki fungsi dan tanggung jawab yang berbeda seperti Direktur Sumber Daya dan Bisnis Pendukung/CIO, Direktur Bisnis Jaringan Telekomunikasi, Direktur Bisnis dan Jasa Telekomunikasi, dan Direktur Keuangan/CFO.


Sebagai sebuah holding company, PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk. memiliki beberapa buah anak perusahaan terafiliasi seperti PT Telekomunikasi Selular Indonesia yang bergerak sebagai penyelenggara jasa telekomunikasi bergerak selular, PT Indonusa Telemedia yang menangani bisnis multimedia penyiaran dan Internet dengan nama produk TELKOMVision dan PT Infomedia Nusantara yang mengelola bisnis penerbitan Buku Petunjuk Telepon (Yellow Pages) dan Call Center.

Selain anak perusahaan tadi, dalam menjalankan operasi perusahaan PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk. telah mengelompokan unit-unit yang ada dalam organisasi ke dalam bentuk Divisi, Center dan Yayasan.











Unit Bisnis TELKOM

Unit-unit Bisnis TELKOM terdiri dari Divisi, Centre, Yayasan dan Anak perusahaan, sebagai berikut :
Carrier & Interconnection Service Center
Enterprise Service Center
Customer Service Wilayah Jawa Barat
Customer Service Wilayah Kalimantan
Carrier Development Support Center
Management Consulting Center
I/S Center
SME Development Center

Yayasan-Yayasan :
Yayasan Pendidikan
Yayasan Kesehatan

Anak Perusahaan :

Kepemilikan > 50%
PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel) : Telekomunikasi (Selular GSM) (baru)
PT Dayamitra Telekomunikasi (Dayamitra) : Telekomunikasi (KSO-VI Kalimantan)
PT Infomedia Nusantara (Infomedia) : Layanan Informasi (baru)
PT Telekomunikasi Selular Raya (Telesera) : Telekomunikasi (Selular AMPS)
PT Pro Infokom Indonesia (PII) : B2B (e-Government)
PT Graha Sarana Duta (GSD) : Properti, Konstruksi dan Jasa

 Kepemilikan 20% - 50%
PT Pasifik Satelit Nusantara (PSN) : Transponder Satelit dan Komunikasi
PT Multimedia Nusantara (Metra) : Multimedia
PT Citra Sari Makmur (CSM) : VSAT
PT Menara Jakarta : Multimedia
PT Metro Selular Indonesia ( Metrosel) : Telekomunikasi (Selular AMPS)
PT Mobile Selular Indonesia (Mobisel) : Telekomunikasi (Selular NMT-450)
PT Napsindo Primatel Internasional (Napsindo) : Network Access Point
PT Patra Telekomunikasi Indonesia (Patrakom) : Layanan Satelit Komunikasi Industri Perminyakan
PT Pramindo Ikat Nusantara : Telekomunikasi (KSO-1 Sumatera)

 
Kepemilikan < 20%
PT Batam Bintan Telekomunikasi (Babintel) : Telekomunikasi (Pulau di Batam & Bintan)
PT Komunikasi Selular Indonesia (Komselindo) : Telekomunikasi (Selular AMPS)
PT Medianusa PTE, Ltd : Agen Penjualan Buku Petunjuk Telepon (BPT)
PT Pembangunan Telekomunikasi Indonesia (Bangtelindo) : Konstruksi & Konsultasi Fas.Tel.


Share:

Senin, 08 Oktober 2012

Pengalaman berorganisasi


Nama : Freddy Agustinus
NPM  : 12111953
Kelas  : 2ka18

Ingat pada saat saya mulai memasuki kehidupan smk ketika bulan berapa yah?? Lupa yang jelas tahun ajaran 2008-2009 pertama kali di kelas seperti cowok biasa selengean, bandel, susah di atur, ngegampangin semuanya.. baru beberapa minggu kehidupan smk saya berjalan ketika itu ada kaka kelas yang menawarkan acara latihan dasar kepemimpinan siswa(LDKS) untuk  calon pengurus baru organisasi siswa intra sekolah (OSIS) di situ saya mulai berpikir “ ah ngapain sih ikutan”, tapi karena muncul perasaan iseng dan penasaran saya tetap ambil formulirnya soalnya acara LDKS di lakukan di sekolah dan menginap selama 3 hari, proses acara pun bias di bilang seru seru ngga seru karna di situ juga di tuntut untuk membuktikan jiwa kepimpinan kami.
Dan selang 3 hari lewat kemudian berminggu – minggu di lalui akhirnya kakak kelas 3 anggota OSIS pun mengumpulkan para siswa yang kemarin mengikuti kegiatan LDKS dan mereka pun memberitakan jabatan kepada saya dan yang lain dan saya pun mendapatkan jabatan di bagian dekorasi, dan tibalah pada saat para anak OSIS termasuk saya mengurus acara perpisahan kelas 3, yang akan di adakan di sekolah, mulai dari panggung, biaya, konsep acara, guest star, DLL.
Ketika acara H-1 saya dan para anak osis periode yang baru pun memilih untuk menginap sebelum acara berlangsung mulai dari mendekor panggung, merapihkan bangku meja segala macam, dan mengurusi acara gladi resik, tibalah di situ kekompakan kami muncul, meski tidak sekompak para grup vocal tapi saya dan yang lain mulai menyatu untuk bias mengurangi kekurangan satu sama yang lain.
Dan tiba pada saat hari-H seperti biasa kami memulai briefing mungulas apa yang sebelumnya dibicarakan ketika acara berlangsung dan acara pun berjalan lancar setiap masalah yang muncul tiba – tiba bisa di hendel dengan baik, pembagian waktu acara pun  tidak acak – acakan seperti yang saya tahu dalam sebuah acara pasti akan sulit mengatur waktu, di acara ini kami berhasil meminimize keterlambatan waktu, mulai dari acara formal yaitu penyambutan dari dalam sekolaha maupun luar sekolah, acara penyaliman pada guru, dan acara informal yaitu dance, band, teater, DLL.
Semua pun berjalan lancar sampai acara selesai dan saya pun mengikuti evaluasi, agar pada saat acara berikutnya saya mengerti bagaimana memaksimalkan kinerja saya ketika acar berlangsung.
Itulah pengalaman berorganisasi saya di suatu acara, terima kasih.

Share:

Minggu, 15 April 2012

kekurangan & Kelebihan Search Engine Bing

Kelebihan Search Engine Bing :
  1. Mempunyai fasilitas instant answer. Fasilitas ini merupakan salah satu inovasi performa yang berhasil dikembangkan dan diintegrasikan ke dalam sistem sehingga memampukan Bing memberikan jawaban.
  2. Hasil pencarian image atau video dapat ditampilkan dan disaring secara detail. Apabila pengguna melakukan pencarian situs atau halaman web yang berisi konten image, maka Bing mampu menyajikan daftar hasil pencarian secara spesifik dan detail.
  3. Kotak detail pada link hasil pencarian. Jika pada situs-situs mesin pencari lainnya, pengguna harus mengklik link yang ditampilkan di halaman tersebut untuk mengetahui isinya. Namun, pada Bing ini, pengguna tidak perlu mengklik link lagi, tetapi hanya perlu mengarahkan kursor pada link tersebut untuk menampilkan kotak detail. Melalui kotak detail inilah pengguna dapat menyimak sekilas informasi tentang link tersebut.
  4. Bing.com ini mesin pencari yang sangat complet, semua yang Anda cari pasti ada.
  5. Sistem filternya bisa kita aktif kan ataudi non aktifkan, jadi anda bisa membuka situs yang diblokir.


Kekurangan Search Engine Bing : 
  1. Tidak dapat berhitung. 
  2. Fiturnya tidak lengkap. 
  3. Bing.com kurang di minati oleh pengguna. 
  4. Bing.com kurang cepat dalam pencariannya.

http://www.teknolover.com/2012/03/15/kelebihan-dan-kekurangan-masing-masing-search-engine/



tanggapan : mungkin dari pihak bing sendiri perlu membenahi fasilitasnya yang menjadi kelemahan/kekurangannya, dengan keunggulan yang ada pada nomor 3 mungkin hal itu yang membuat orang yang mengetahui situs bing lebih tertarik menggunakannya dibandingkan dengan situs mesin pencari besar seperi google dan apabila kekurangan nomor4 diperbaiki mungkin bing akan bisa disejajarkan dengan google dan yahoo karena dengan adanya keunggulan di nomor 4 pasti tidak heran bahwa situs bing.com bisa mendapatkan rating yang tinggi.

Share:

Minggu, 08 April 2012

Kasus Internet

Karyawan PLN ditipu melalui internet 

M Yamin, Padek—Kasus penipuan lewat internet, tampaknya menjadi sebuah pelajaran bagi penguna dan pengakses situs-situs yang ada di jaringan internet. Sebab, kasus penipuan tersebut hingga kini telah marak terjadi.

Berdasarkan catatan Padang Ekspres, sejak Mei hingga pertengahan Juni ini, telah tercatat sedikitnya tiga kasus penipuan melalui internet. Salah satu korbannya, yakni Firman Hadi Saputra, 27, salah seorang karyawan PLN yang tinggal di jalan Dr Sutomo RT001/RW003, Kecamatan Padang Timur.

Dia ditipu akibat ditawari satu unit Blackberry (BB) oleh pelaku. Namun, setelah uang dikirim, BB tak kunjung di tangan. Akibat kejadian itu, Firman mengalami kerugian sekitar Rp3,1 juta

Pengakuan Firman, Selasa (14/6) menyebutkan, kejadian itu berawal ketika dia mengakses situs Planet Elektronik Batam. Di situs tersebut, dia melihat iklan BB Tourch yang di jual dengan harga murah.  Karena ingin membelinya, dia langsung mencari tahu siapa pemiliknya.

”Saya langsung menawar harga BB,” ujarnya sembari menyebutkan nomor yang dia hubungi itu yaitu 08216078577.  “Kini, nomor itu sudah tidak aktif lagi,” ulasnya usai melaporkan kejadian itu ke sentral pelayanan Polresta Padang, dengan nomor laporan 980/K/IV/2011-Resta, kemarin (14/6).

Kanit I SPK Polresta Padang Ipda Agus Rusdi Sukandar yang menerima laporan korban menyebutkan, kasus ini akan di serahkan ke bagian reskrim Polresta Padang untuk ditindak lanjuti. Dia menghimbau, seluruh masyarakat khususnya penguna internet, diharapkan berhati-hati terhadap kasus penipuan dengan modus jual beli melalui internet.

”Kami hanya berharap masyarakat lebih berhati-hati lagi terhadap kasus-kasus penipuan. Apalagi, modus penipuannya melalui internet,” ujarnya. 

Komentar : mungkin ada baiknya untuk semua orang melakukan transaksi secara langsung untuk menghindari penipuan seperti tadi, karena tidak heran jika pelaku ingin memanfaatkan korban dengan media yang sangat memungkinkan, belum lagi bahwa kita masih awam di dunia transaksi online pasti akan mudah diketahui oleh pelaku dengan hanya tawaran harga yang murah kita langsung tergiur dan memesan barang tersebut. 

Intinya kita harus berhati-hati dalam pembelian barang lewat dunia maya,jika perlu kita harus menanyakan secara rinci tentang barang dan orang yang menawarkannya serta meliat testimonial di situs tersebut.

Share:

Senin, 26 Maret 2012

TRANSPORTASI

Transportasi
Transportasi adalah pemindahan manusia atau barang dari satu tempat ke tempat lainnya dengan menggunakan sebuah kendaraan yang digerakkan oleh manusia atau mesin. Transportasi digunakan untuk memudahkan manusia dalam melakukan aktivitas sehari-hari. Di negara maju, mereka biasanya menggunakan kereta bawah tanah (subway) dan taksi. Penduduk disana jarang yang mempunyai kendaraan pribadi karena mereka sebagian besar menggunakan angkutan umum sebagai transportasi mereka. Transportasi sendiri dibagi 3 yaitu, transportasi darat, laut, dan udara. Transportasi udara merupakan transportasi yang membutuhkan banyak uang untuk memakainya. Selain karena memiliki teknologi yang lebih canggih, transportasi udara merupakan alat transportasi tercepat dibandingkan dengan alat transportasi lainnya.
 
SEJARAH TRANSPORTASI
Banyak orang hari ini menerima begitu saja yang sangat berarti perjalanan yangtersedia bagi mereka. Sedikit berhenti memikirkan bagaimana hidup akan berbeda telahmanusia tidak dijinakkan kuda liar yang pertama, atau berbentuk roda pertama. Bagaimanapria itu kuno hit mengubah kehidupan ini ide? Di mana pikiran pertama berasal? Bagaimanakemajuan waktu dipimpin manusia dari tanah untuk bintang-bintang?Para arkeolog percaya bahwa langkah pertama menuju transportasi buatan manusiamulai baik Mesopotamia atau Asia, sekitar 4000-3500 SM, dengan penemuan roda. Pada titik ini, orang sudah lama dijinakkan kuda, dan menggunakannya untuk membantu dia sampaitanah dan tanaman tanaman. Tetapi penemuan roda akhirnya akan membuat kemampuanmanusia untuk transportasi tanaman dari satu tempat ke tempat lain kurang canggung, dankelahiran gagasan perdagangan dan pertukaran. Penemuan roda akan mengarah padapengembangan transportasi massal, sebagai manusia menempatkan penemuan baru untuk penggunaan praktis.Langkah logis berikutnya dari evolusi roda adalah penemuan kereta dan kereta.Kereta dua roda yang ditemukan di tempat kelahiran Sumeria, dan diyakini bentuk pertama didunia transportasi roda. Dibangun sekitar 3500 SM, kereta ini meningkatkan kecepatanperjalanan atas tanah, dan akhirnya menyebabkan gerobak-empat roda, yang mengambilbeban membawa perbekalan dan peralatan off bahu orang-orang biasa.Sebagai manusia mengatasi batas-batas tanah perjalanan, rasa ingin tahu tentangdunia di sekitarnya meningkat. Untuk bantuan itu, manusia telah mengembangkan alatperjalanan di atas air, bahkan sebelum ia piaraan kuda. Asal-usul perahu ruang istirahatmerupakan salah satu misteri besar dalam sejarah. Para sejarawan tidak dapat menentukankapan atau di mana kapal air pertama ditetapkan mengapung, dan bahkan berspekulasi bahwamungkin telah murni kecelakaan pertama kalinya. Tapi, bagaimanapun hal itu terjadi,penambahan perahu mengubah wajah transportasi. Kapal diizinkan manusia, untuk pertamakalinya, tubuh salib air tanpa menjadi basah.Seiring waktu, perahu sederhana berevolusi untuk menyertakan kain persegi besar yang terpasang pada tiang pusat. kain ini, disebut berlayar, akan mengubah perahu menjadisebuah kapal berlayar-didorong. Tambahan baru ini memberi orang kemampuan untuk menggunakan jalur air sebagai sarana untuk perjalanan cepat dari satu tempat ke tempat lain,
 
dan bahkan melakukan perjalanan melawan arus sungai. Namun, evolusi perjalanan air tidak berhenti dengan layar. Kapal akhirnya akan membawa pada sleekness saat mereka meningkatdalam ukuran. Sebelum lama, mereka akan menambahkan dayung dan kemudi, kemudian dek penutup. Dengan zaman Yunani dan Romawi, kapal telah tumbuh menara kapal kikuk, juga,yang dikembangkan, dari waktu ke waktu, ke buritan Abad Pertengahan-dan forecastles. Padaera akhir Abad Pertengahan, istana ini dibangun solid, sebagai bagian dari struktur dasar kapal. Kemudian, oleh Renaissance dan Age of Eksplorasi yang diikuti, kapal telahmendapatkan tingkatan tali-temali dan layar, menjadi rapi dan cepat.Kemudian, pada 1800-an, kapal mulai menumpahkan layar mereka di sungai sekalilagi. Munculnya otomatisasi berubah transportasi selamanya. Otomatisasi pertama di kapaladalah paddlewheel rumit. Karena bentuk besar mereka dan ketidakmampuan untuk mengubah dengan mudah, perahu paddlewheel yang terbatas pada perjalanan sungai, di manamereka akan mengalami arus tenang dan perlu manueverablity kurang.Setelah paddlewheel datang kapal uap. Kapal ini menggunakan batu bara atau kayu,dibakar untuk memanaskan air, yang pada gilirannya menciptakan tekanan uap digunakanuntuk bekerja piston yang bergerak kapal. kapal uap adalah untuk menikmati panjang danterpercaya berjalan di kedua sungai dan laut. Kemudian, pada tahun 1912, kapal bertenagadiesel pertama, Selandia Denmark, diluncurkan. Bahwa desain mesin diesel adalah untuk menjadi standar industri dan militer hingga setelah Perang Dunia II.Kemudian, pada tahun 1958, kapal bertenaga nuklir pertama diluncurkan. Namun,tenaga nuklir segera dibuang oleh industry karena terlalu mahal dan berisiko, meskipun akanterus digunakan dalam komunitas militer.Otomasi juga meningkat bepergian dengan tanah. Mass transit menjadi standar,awalnya melalui mesin uap abad kedelapan belas. Tapi kereta api ini awal yang lambat dansangat sering berbahaya. Kemudian, pada 1804, lokomotif, uap yang digunakan untuk dayaserangkaian piston (mirip kapal uap), mulai digunakan. Lokomotif ini adalah cukup kuatbahwa satu mesin bisa menarik beberapa mobil, putus asa prestasi luar kapasitas mesin uapsebelumnya.Selama seratus tahun ke depan, berbagai perbaikan akan dilakukan untuk lokomotif,mempercepat transit dan mencoba untuk membuat perjalanan kereta api yang lebih aman.Kemudian, selama Perang Dunia II, mesin diesel mulai digunakan secara luas, dan uaphampir sama sekali terlupakan. Bahkan listrik telah bereksperimen dengan dalammenjalankan kereta, sejak 1895, namun dianggap terlalu mahal dan tidak bisa diandalkan.

untuk beroperasi sampai kedatangan kereta bawah tanah, ketika listrik menjadi cara termudahdan paling bersih dari gerakan bawah tanah.Otomasi tidak, Namun, khusus untuk transportasi massal. Pada awal 800 SM, adabeberapa bukti bahwa kendaraan bertenaga uap digunakan di Timur. Tapi ini tidak digunakanuntuk transit massal, melainkan untuk perjalanan individu. Namun, rekor yang masih hiduppertama yang sebenarnya dari sebuah kendaraan bertenaga adalah dari AD tahun 1670, ketikaseorang Jesuit misionaris di Cina membangun sebuah gerobak didorong oleh turbin uap. Pada1840, konsep ini telah dikembangkan menjadi lokomotif jalan, sebuah alat tidak terlaluberbeda dengan bus modern.Pada tahun 1860, seorang Prancis bernama Jean Joseph Etienne Lenoir merancangmesin pembakaran internal yang berjalan pada mencerahkan gas. Sebenarnya mobil pertama,bagaimanapun, tidak dipatenkan sampai tahun 1890-an. Kemajuan harus terus dilakukandalam waktu sejak. mobil ini perkembangan paling penting dalam sejarah transportasi sejak penemuan roda. Mobil meningkatkan mobilitas pribadi dan masyarakat untuk hidup diizinkanpada jarak lebih besar dari pekerjaan mereka, yang menyebabkan pembentukan pinggirankota.The langkah berikutnya dalam transportasi tampak tidak ke darat, atau bahkan ke laut,tapi ke langit. Meskipun banyak orang bermain-main dengan penerbangan selama ribuantahun, yang pertama yang berkelanjutan, penerbangan dikontrol tidak terjadi sampai dengan17 Desember 1903, di Kitty Hawk, North Carolina. Para penemu dari mesin terbang barusaudara Orville dan Wilbur Wright, dua pembuat sepeda. penemuan mereka pada akhirnyaakan tumbuh dari sebuah alat sepeda-didorong untuk, setelah Perang Dunia II, pesawat jet-propelled mampu transit massal di seluruh dunia. Pesawat memungkinkan orang untuk menutupi jarak yang jauh dalam waktu kurang, memotong waktu dalam setengah perjalanantransatlantik.Setelah menaklukkan penerbangan, pria tatapan berbalik ke arah langit malam, danbintang-bintang. Setelah berabad-abad roket tidak mampu menembus atmosfer dan melarikandiri dari tarikan gravitasi bumi, Amerika Serikat mengumumkan pembentukan satelitVanguard Program (VSP) pada tahun 1955, dan mulai mengeksplorasi apa yang diperlukanuntuk melepaskan diri dari bumi. Pada tanggal 4 Oktober 1957, Namun, Uni Soviet berhasilmeluncurkan satelit bumi untuk mengorbit pertama, Sputnik I. pertama penerbanganantariksa berawak, bagaimanapun, tidak terjadi sampai 12 April, 1961 ketika kosmonot RusiaYuri Gagarin mengorbit Bumi di Vostok I.

Perkembangan transportasi di Indonesia


Dalam Sejarah perkembangannya manusia selalu mengalami perubahan. Baik dalam beberapa hal manusia selalu dituntut untuk bisa bertahan hidup. Namun tak hanya itu, sejak manusia purba sampai manusia modern terus beradabtasi baik dengan lingkungan (alam) nya maupun dengan hubungannya dengan sesamanya. Terciptanya system teknologi, melalui dibuatnya peralatan dengan berbagai kebutuhannya untuk bertahan hidup, kini berubah sebagai alat untuk memudahkan manusia bertahan hidup dan menjalaninya,bahkan sebagai prestise dan gaya hidup. Teknologi dipahami sebagai segala sesuatu yang menyangkut cara-cara atau teknik memproduksi, memakai, serta memelihara segala peralatan dan perlengkapan.

Alat transportasi yang awalnya manusia hanya menggunakan alas kaki dan tenaga binatang guna mencapai tempat tujuan, kini sejalan dengan laju perkembangan teknologi, bergam kendaraan diciptakan.udara, darat, air, semua terjamah. Berwal dari rasa keingin tahuan manusia terhadap lingkungannya dan mencari tempat yang dapat dihuni untuk memenuhi segala keinginannya, manusia menciptakan alata transportasi. Bahkan demi hasratnya ini bangsa Barat berlayar ke Timur. Keinginan nuntuk hidup dan hidup lebih mendorong terciptanya penjajahan dan penindasan terhadap yang lain.

Di Indonesia perkembangan transportasi mulai dirasakan setelah bangsa asing berdatangan ke Indonesia. Sebelumnya masyarakat di Indonesia hanya menggunakan sarana transportasi hewan seperti kuda, lembu, dan sapi untuk melakukan perjalanan dari satu tempat ketempat yang lain. Setelah datangnya bangsa asing transport tasi di Indonesia mulai menggunakan alat gerobak yang beroda. Kemudian perkembangan transportasi Indonesi semakin maju ketika Indonesia mulai dikuasai oleh pemerintah kolonial Belanda. Pada masa ini alat-alat transportasi sudah menggunakan mesin-mesin pengangkut. Kedatangan bangsa-bangsa Belanda membawa peralatan transportasi data yang sudah modern.
Kemajuan transportasi di Indonesia berlanjut ketika pemerintah inggris menjadi penguasa. Pada masa itu Indonesia dipimpin oleh Rafles yang kemudian mengembangakan system transportasi Indonesia dengan membangun jalan raya yang membentang dari Anyer sampai Panarukan. Disamping itu pemerintah Rafles juga membangun stasiun-stasiun kereta api di daerah-daerah kemajuan transportasi pada masa pemerintahan Inggris ini ditujukan untuk memperlancar distribusi hasil-hasil produksi industri Inggris ke Indonesia. Setelah berakhirnya pemerintahan Inggris di Indonesia system transportasi di Indonesia lama kelamaan mengalami kemajuan.
Perkembangan teknologi transportasi di Indonesia terus berlanjut sampai Indonesia merdeka.

Pemerintah mengembangkan teknologi transportasi didorong oleh kebutuhan manusia akan transportasi. Dengan adanya transportasi dapat memberikan kemudahan bagi masyarakat Indonesia. Secara umum pemerintah Indonesia pada masa itu meningkatkan teknologi transportasi karena dengan adanya fungsi transportasi yaitu, pertama memperlancar hubungan, pengangkutan dan interaksi antar desa, antar kota, antar wilayah, antar pulau, bahkan antar Negara. Hal ini dilakukan karena keadaan wilayah Indonesia terdiri dari pulau-pulau yang dipisahkan oleh perairan. Kedua, memperlancar mobilitas arus perperpindahan penduduk, distribusi barang dan jasa serta informasi ke seluruh pelosok tanah air.

Dari tahun-ketahun system teknologi transportasi di Indonesia semakin meningkat. Pada masa pemerintahan orde baru teknologi transportasi dijadikan sebagai program pembangunan. Hal ini dilaksanakan agar pemerintah Indonesia dapat memberikan kemudahan bagi rakyat Indonesia untuk mengakses po tensi-po tensi daerah lain. Kebijakan transportasi pertama kali yang dilakukan pemerintah orde baru adalah melakukan ekspor alat transportsi umum berupa bus secara besar-besaran, pembangunan terminal-terminal, serta jalan-jalan raya penghubung antar daerah. Pelaksanaan program ini dilakukan oleh Departemen Perhubungan. Kemudian pemerintah orde baru membentuk lembaga transportsi darat yaitu Preusahaan Jawatan Kereta Api dan perusahaan umum angkutan bus yang disebut Perum Damri.
Seiring dengan munsulnya era kebebasan perusahaan-perusahaan transportasi mulai berkembang. Banyak bermunculan perusahaan-perusahaan transportasi di Indonesia. Disamping itu pemerintah indonesi juga mendirikan pabrik karoseri atau pabrik perakitan alat-alat transportasi. Pendirian pabrik ini membawa kemajuan transportasi yang sangat pesat di Indonesia. Bahkan sampai era sekarang transportasi di Indonesia mengalami puncaknya hingga memunculkan masalah kepadatan arus lalulintas dijalan . jalan-jalan menjadi padat dengan bertambahnya alat-alat transportasi.
Secara umum teknologi transportasi di Indonesia dibagi menjadi tiga wilayah yaitu daratan, lautan dan udara.

Adapun perkembangan transportasidi Indonesia di ketiga wilayah tersebut adalah sebagai berikut :
a. Transportasi darat
1) Angkutan jalan raya
2) Angkutan kereta api
b. Penyeberangan dan transportasi laut
c. Transportasi udara


• Masalah yang dihadapi transportasi di Indonesia

Hilangnya Adam Air di perairan Majene Sulawesi Selatan,1 Januari 2007, menewaskan 102 awak dan penumpangnya, disusul lagi patahnya badan pesawat maskapai yang sama saat akan take off ,meski tidak ada korban jiwa dan dilanjutkan dengan terbakarnya Garura Indonesia di Yogjakarta beberapa saat setelah landing, 7 Maret 2007 lalu menewaskan 21 orang penumpangnya. Peristiwa naas ini tidak hanya melanda transportasi udara, laut dan darat juga mengalami hal serupa. Tenggelamnya KM Senopati, terbakarnya KM.Levina ditambah lagi kereta api Bengawan yang terjun ke sungai serta,beberapa kali kereta api keluar dari relnya, semuanya ini merenggut korban jiwa dan materi yang tidak sedikit.

Pada tahun 2006 saja, data statistik kecelakaan transportasi yang dikeluarkan Departemen Perhubungan menyebutkan, telah terjadi 79 kasus kecelakaan kerata api yang menewaskan 50 orang. Kecelakaan di jalan raya jumlah korban meninggal sebanyak 11.619 orang. Dan untuk angkutan udara terdapat 46 kasus mulai dari pesawat tergelincir, pecah ban sampai mendarat di bandara yang bukan tujuan akhirnya. Dan untuk angkutan laut dan penyeberangan tercatat 81 kasus termasuk kecelakaan KM. Senopati Nusantara 29 Desember 2006 yang tercatat sebagai kecelakaan paling buruk karena jumlah korban melebihi 400 orang. Sungguh semua ini merupakan awan kelabu bagi dunia transportasi Indonesia. Akibatnya masyarakat yang hendak melakukan perjalanan menggunakan jasa transportasi apa saja, yang ada hanya kekhawatiran. Karena semua jasa transportasi jelas-jelas dirasakan sudah tidak aman.


Sistem jaringan transporasi di Indonesia saat ini jauh dari baik. Padahal pergerakan penumpang dalam dan antar wilayah, pergerakan ekonomi, jaringan distribusi dan sistem logistik barang dan jasa sangat tergantung pada sistem jaringan transportasi. Sistem jaringan transportasi yang stabil dan handal sangat menentukan efisiensi perekonomian. Berbagai musibah transportasi yang beruntun terjadi di Indonesia melahirkan suara-suara yang menuntut agar Menteri Perhubungan Hatta Rajasa segera mundur dari jabatannya. Karena dianggap tidak mampu mengatur berbagai regulasi di Departemen Perhubungan dengan baik. “Saya sudah serahkan kepada Presiden, dan siap untuk apapun. Terserah kepada presiden.” Demikian jawaban Hatta kepada wartawan menanggapi suara-suara yang memintanya untuk mundur dari jabatannya sehari setelah peristiwa terbakarnya pesawat Garuda. Namun apakah dengan digantinya menteri Perhubungan dapat menyelesaikan masalah?

Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) adalah lembaga yang juga mendapat sorotan tajam menyusul berbagai musibah transportasi yang terjadi. Saat ini status KNKT berada dibawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Perhubungan. KNKT juga belum mampu melakukan tugas dengan maksimal. Sebagai contoh dari 48 kasus kecelakaan pesawat udara tahun 2004-2006 baru 11 kasus yang diselesaikan, 37 kasus masih dalam proses. Kecelakaan kapal laut yang diinvestigasi 24 kasus yang baru selesai, hanya 1 kasus. Sedang untuk kecelakaan kereta api menunjukkan hasil yang menggembirakan dari 26 kasus yang diinvestigasi, 22 diantaranya telah diselesaikan. Kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan investigasi menurut mantan ketua KNKT, Setio Raharjo (kini telah diganti oleh Mersekal Muda TNI Purn. Tatang Kurniadi), jumlah kecelakaan transportasi tidak sebanding dengan investigator yang dimiliki KNKT. Selain itu status tenaga investigator dan tenaga ahli sebagian besar merupakan tenaga aktif di instansi lain yang mengakibatkan terbatasnya waktu dan mobilitas dalam melakukan investigasi kecelakaan transportasi sehingga kualitas dan kuantitas belum dapat terpenuhi. Namun anggota DPR RI Fraksi PKB, Abdullah Azwar Anas berbendapat bahwa ketidakmaksilmalan KNKT dalam bekerja karena statusnya adalah ‘milik pemerintah’ yang notabene tidak independen. “Sekarang masalahnya, jika KNKT itu bukan badan independen bagaimana mau melakukan investigasi kecelakaan di jalan tol misalnya, kalau investigatornya dari kepolisian, Jasa Raharja atau Jasa Marga. Dalam hal ini dia tidak mungkin akan menyalahkan standar evaluasi jalan tol dan mengatakan tidak memenuhi standar keamanan, karena investigatornya dari Jasa Raharja. Karena itu KNKT harus menjadi lembaga yang independen sehingga mampu bekerja fair dan maksimal.”tegas Azwar.

Pemerintah sendiri dalam hal ini Depertemen Perhubungan telah mengajukan utang luar negeri sebesar Rp.2,5 triliun untuk proyek transportasi pada tahun anggaran 2007. Jumlah ini sama dengan jumlah pinjaman pada tahun sebelumnya. Sekitar 20 % dari anggaran tersebut akan dipakai untuk pembangunan prasarana fisik transportasi. Sementara sisanya untuk melanjutkan proyek pembangunan sarana dan prasarana bidang transportasi khususnya realisasi pembangunan infrastruktur perkeretaapian dan pembangunan kapal baru maupun bekas. Ini artinya, dana sebesar itu digunakan untuk perbaikan dan mengadaan sarana-sarana pendukung.

Disamping itu sarana-sarana pendukung yang telah dan akan diupayakan pemerintah, sebenarnya prosedur keselamatan transportasi dan peraturan-peraturan tentang keselamatan transportasi sudah ada di negara ini. Hanya saja penerapannya belum dilaksanakan secara konsekuen. Bahkan kini pemerintah telah menyusun 4 Rancangan Undang-Undang (RUU) menyangkut lalu lintas, pelayaran, udara dan kereta api yang sedang digodok I DPR. Pengamat bidang transportasi dari Universitas Gajah Mada Prof.Dr.Ing.Ir.Ahmad Munawar, M.Sc. menjelaskan RUU ini sangat mendukung adanya privatisasi dalam proses penyelesaian masalah transportasi di Indonesia. Privatisasi ini diharapkan akan mendorong perusahaan-perusahaan transportasi untuk lebih kompetitif dalam penyelenggaraan jasa transportasi dengan tetap mengutamakan kepentingan umum dan kepuasan pengguna saja angkutan umum. Meski privatisasi mempunyai kelemahan yaitu perusahaan akan mengejar keuntungan saja, dan mengabaikan kualitas, karena itu harus dipagari dengan suatu pemenuhan standar minimal pelayanan dan sistem kontrol yang ketat. Di dalam RUU ini juga salah satu yang diatur adalah tentang hasil penyelidikan KNKT terhadap kasus-kasus transportasi, yang harus diketahui oleh publik. Apa yang sedang dilakukan pemerintah ini diharapkan akan mendukung perbaikan masalah transportasi di Indonesia.

http://www.scribd.com/doc/51636177/sejarah-transportasi
http://hondajazzmu.blogspot.com/
http://mu-jalin.blogspot.com/
http://id.wikipedia.org
Share: