image1 image2 image3

HELLO I'M FREDDY'S |WELCOME TO MY PERSONAL BLOG|I LOVE TO DO CREATIVE THINGS|I'M ROOKIE WEB DEVELOPER

PENDUDUK, MASYARAKAT DAN KEBUDAYAAN

PENDUDUK, MASYARAKAT DAN KEBUDAYAAN
Penduduk masyarakat dan kebudayaan adalah konsep-konsep yang pertautannya satu sama lain sangat berdekatan dalam aspek kehidupan. Bermukimnya penduduk dalam suatu wilayah tertentu dalam waktu yang tertentu pula, memungkinkan untuk terbentuknya masyarakat di wilayah tersebut. Hal ini berarti masyarakat akan terbentuk bila ada penduduknya sehingga t idak mungkin akan ada masyarakat tanpa penduduk, jadi masyarakat terbentuk karena penduduk. Demikian pula hubungan antara masyarakat dan kebudayaan, ini merupakan dwi tunggal, hubungan dua yang satu dalam arti bahwa kebudayaan merukan hasil dari suatu masyarakat, kebudayaan hanya akan bisa lahir, tumbuh dan berkembang dalam masyarakat. Tetapi juga sebaliknya tidak ada suatu masyarakat yang tidak didukung oleh kebudayaan. Hubungan antara masyarakat dan kebudayaan  inipun merupakan juga hubungan yang saling menentukan

1.      Penduduk
Penduduk, dalam pengertian luas diartikan sebagai kelompok organisme sejenis yang berkembang biak dalam suatu daerah tetentu. Penduduk dalam arti luas itu sering diistilahkan popuasi dan disini dapat meliputi populais hewan, tumbuhan dan juga manusia. Pada hakekatnya, pengertian mengenai penduduk lebih ditekankan pada komposisi umur, jenis kelamin dan lain-lain, tetapi juga klasifikasi tenaga kerja dan watak ekonomi, tingkat pendidikan, agama, ciri sosial, dan angka statistik lainnya yang menyatakan distribusi frekuensi makhluk hidup dan komposisi keseimbangan lingkungan
Penduduk atau warga suatu negara atau daerah bisa didefinisikan menjadi dua:
·         Orang yang tinggal di daerah tersebut
·         Orang yang secara hukum berhak tinggal di daerah tersebut. Dengan kata lain orang yang mempunyai surat resmi untuk tinggal di situ. Misalkan bukti kewarganegaraan, tetapi memilih tinggal di daerah lain.


Pertumbuhan penduduk
Pertumbuhan penduduk merupakan salah satu faktor yang penting dalam masalah sosial ekonomi. Umumnya dan masalah penduduk khususnya. Karena di samping berpengaruh terhadap komposisi penduduk juga akan berpengaruh terhadap kondisi sosial ekonomi suatu daerah atau negara bahkan dunia.
Misalnya Dengan bertambahnya penduduk, berarti pula harus bertambah pula persediaan bahan makanan, perumahan, kesempatan kerja, jumlah gedung, sekolah dan sebagainya.
Disamping itu, apabila pertambahan penduduk tidak dapat diimbangi dengan pertambahan fasilitas di atas akan menimbulkan masalah-masalah.


Angka Kelahiran
Dalam demografi, istilah tingkat kelahiran atau crude birth rate (CBR) dari suatu populasi adalah jumlah kelahiran per 1.000 orang tiap tahun. Secara matematika, angka ini bisa dihitung dengan rumus :


CBR= n/((p x 1000) )
di mana n adalah jumlah kelahiran pada tahun tersebut dan p adalah jumlah populasi saat penghitungan. Hasil penghitungan ini digabungkan dengan tingkat kematian untuk menghasilkan angka tingkat pertumbuhan penduduk alami (alami maksudnya tidak melibatkan angka perpindahan penduduk (migrasi). Tingkat kehamilan cenderung lebih tinggi di negara yang ekonominya kurang berkembang dan lebih rendah di negara yang pertumbuhan ekonominya tinggi.

Faktor-faktor yang memengaruhi tingkat kelahiran
  • Kebijakan pro-natalis dan anti-natalis dari pemerintah
  • Tingkat aborsi
  • Struktur usia-jenis kelamin yang ada
  • Kepercayaan sosial dan religius - terutama berhubungan dengan kontrasepsi
  • Tingkat buta aksara pada wanita
  • Kemakmuran secara ekonomi (walaupun pada teorinya ketika sebuah keluarga memiliki ekonomi yang baik, mereka mampu untuk membiayai lebih banyak anak, dalam praktiknya kemakmuran ekonomi dapat menurunkan tingkat kelahiran)
  • Tingkat kemiskinan – anak-anak dapat dijadikan sumber ekonomi pada negara berkembang karena mereka bisa menghasilkan uang (tenaga kerja anak)
  • Angka Kematian Bayi - sebuah keluarga dapat mempunyai lebih banyak anak jika angka kematian bayi (Infant Mortality Rate / IMR) tinggi.
  • Urbanisasi
  • Homoseksualitas - pria dan wanita homoseksual hampir seluruhnya tidak menjadi ayah dan ibu, mengurangi angka kelahiran tiap tahunnya.
  • Usia pernikahan
  • Tersedianya pensiun
  • Konflik
Angka kematian
Angka kematian adalah ukuran jumlah kematian (secara umum, atau karena penyebab tertentu) dalam populasi tertentu, diskala untuk ukuran populasi yang, per satuan waktu. Angka kematian biasanya dinyatakan dalam satuan kematian per 1000 individu per tahun,
Misal :
tingkat kematian 9,5 pada populasi 100.000 akan berarti 950 kematian per tahun di seluruh penduduk, atau 0,95% dari total.
Istilah " kematian " juga kadang-kadang tidak tepat digunakan untuk merujuk kepada jumlah kematian di antara serangkaian kasus didiagnosis di rumah sakit untuk penyakit atau cedera, bukan untuk masyarakat umum dari suatu negara atau kelompok etnis. Ini statistik mortalitas penyakit ini lebih tepat disebut sebagai " kematian kasus ".
Tingkat kematian kasar (Crude Death Rate/CDR)
Tingkat kematian kasar adalah banyaknya orang yang meninggal dunia pada suatu tahun per jumlah penduduk pertengahan tahun tersebut. Secara dinyatakan tiap 1000 orang. Sehingga dapat dituliskan rumus :

CDR= (Jumlah kematian)/(jumlah penduduk per.tahun )  x 1000
Atau
CDR= D/P_m   x K

Keterangan
D    = Jumlah kematian
P_m    = jumlah penduduk pertengahan tahun
K    = Konstanta (1.000)

Penduduk pertengahan tahun dapat dicari dengam rumus sebagai berikut:
P_m=  1/2  (P_1+ P_2 )
P_m=  P_1+ ((P_2- P_1)/2)
P_m=  P_2 - ((P_2- P_1 )/2)

Ket.
P_m = Jumlah penduduk pertengahan tahun
P_1  = Jumlah penduduk pada awal tahun
P_2  = Jumlah penduduk pada akhir tahun
Pada Negara-negara yang sudah maju (developed countries) angka tingkat kematian kasar lebih rendah daripada Negara-negara yang sedang berkembang.

Tingkat Kematian Khusus (Age Specific Death Rate)
Karena tingkat kematian itu dipengaruhi oleh beberapa factor antara lain umur, jenis kelamin, pekerjaan dll. Karena adanya resiko kematian , maka digunakan tingkat kematian berdasarkan umur. Dengan tingkat ini, menunjukan hasil yang lebih teliti. Karena angka ini menyatakan banyaknya kematian pada kelompok umur tertentu 1000 penduduk pada kelompok 
ASDR_i = Di/P_mi   x K

Keterangan:
D_i     = Kematian Penduduk Kelompok umur i
P_mi   = Jumlah penduduk pada pertengahan tahun kelompok umur i
K        = Konstanta (1.000)
Migrasi
adalah gerakan fisik dengan manusia dari satu daerah ke daerah lain, kadang-kadang lebih dari jarak jauh atau dalam kelompok besar. Secara historis gerakan ini nomaden , sering menyebabkan konflik yang signifikan dengan penduduk pribumi dan mereka perpindahan atau asimilasi budaya . Migrasi ini adalah merupakan akibat dari keadaan alam yang kurang menguntungkan. Sebagai akibat dari keadaan sumber daya alam yang kurang menguntungkan menimbulkan terbatasnya sumber daya mendukung di daerah tersebut.

Langkah-langkah seorang migran dalam menentukan keputusannya untuk pindah ke daerah lain atau kawasan lain terlebih dahulu ingin mengetahui factor-faktor sebagai berikut :
·         Persediaan sumber daya alam
·         Lingkungan social budaya
·         Potensi ekonomi
·         Alat masa depan

Akibat migrasi :
-          Urbanisasi (migrasi dari desa ke kota)
Hal ini dapat memengaruhi pola distribusi penduduk secara keseluruhan. Kebanyakn pemigran berusia produktif. Akibatnya pertumbuhan sangat pesat terjadi di kota dan bagi pembangunan desanya sedikit banyak akan mempengaruhi kelancaran
-          Migrasi Interegional
Mengakibatkan tingginya angka pertumbuhan penduduk serta laju pembangunan di luar pulau lain.
-          Migrasi antar Negara
Karena migrasi antar Negara sangat kecil dari hasil sensus penduduk, sehingga mengakibatkan kurang nyata pendistribusian penduduk Indonesia.

Struktur Penduduk
Struktur penduduk suatu negara adalah bagaimana itu terdiri dari orang-orang dari berbagai usia, dan pria dan wanita. Metode umum untuk menampilkan struktur adalah dengan piramida penduduk karena dengan bentuk piramida akan diketahui mengenai perbandingan jumlah penduduk anak-anak , dewasa dan orang tua pada wilayah yang bersangkutan. Keadaan struktur atau komposisi penduduk yang berbeda-beda akan menunjukan bentuk piramida yang berbeda-beda pula. Ada tiga jenis Struktur penduduk:

1.      Piramida penduduk muda
Piramida ini mengambarkan komposisi penduduk dalam pertumbuhan dan sedang berkembang. Jumlah angka kelahiran lebih besar daripada Jumlah kematian. Bentuk ini ditemukan pada Negara-negara yang sedang berkembang. Contohnya Indonesia,India, dan Brazillia.

2.      Piramida Stasioner
Bentuk piramida ini mengambarkan keadaan penduduk yang tetap. Sebab tingkat kematian rendah dan tingkat kelahiran tidak begitu tinggi. Piramida bentuk ini terdapat pada Negara-negara yang maju seperti Swedia,Belanda, Skandinavia.

3.      Piramida penduduk tua.
Bentuk piramida ini mengambarkan adanya keadaan penurunan tingkat kelahiran yang sangat pesat dan tingkat kematian kecil sekali. Apabila angka jenis berkelamin pria besar, bias kekurangan penduduk. Negara yang bentuk piramidanya seperti itu adalah Jerman,Inggris, Belgia, Prancis


Rasio ketergantungan (Depedency of Ratio)
Dari komposisi penduduk menurut umur, dapat dipakai untuk menghitung rasio ketergantungan. Yang dimaksud dengan rasio ketergantungan ialah angka yang menunjukan perbandingan jumlha penduduk golongan umur yang belum produktif dan sudah tidak produktif kerja lagi dengan jumlah penduduk golongan umur produktif kerja. Biasanya dinyatakan dalam persen (%)
Batas golongan umur produktif kerja masing-masing daerah/Negara berbeda-beda. Biasanya terletak antara umur 15 sampai 65 tahun. Sehingga dengan demikian rasio ketergantungan dapar dirumuskan sebagai berikut:
DR = Penduduk 0-14 + Penduduk 65 ke atas  X 100%
                Penduduk  15-64 tahun

Pengolongan  umur penduduk dalam kelompok produktif sangat berpengaruh dalam lapangan penghidupan produktifitas kerjanya dalam lapangan produksi.
Penggolongan menurut DW sleumer:
0-14     Golongan belum produktif
15-19   Golongan kurang produktif penuh
20-54   Golongan produktif
55-64   Golongan tidak produktif penuh
65>      Golongan inproduktif

Penggolongan menurut Sumbarg
0-15     Golongan belum produktif
15-65   Golongan produktif penuh
65>      Golongan produktif berkurang

Penggolongan menurut Widjojo,Pullerd dan John Clark
0-14     Golongan belum produktif
15-64   Golongan produktif
65>      Golongan tidak produktif


2.      Masyarakat

Masyarakat adalah suatu kehidupan sosial manusia yang menempati wilayah tertentu, yang keteraturannya dalam kehidupan sosialnya telah dimungkinkan karena memiliki pranata sosial yang telah menjadi tradisi dan mengatur kehidupannya. Hal yang terpenting dalam masyarakat adalah pranata sosial, tanpa pranata sosial kehidupan bersama didalam masyarakat tidak mungkin dilakukan secara teratur. Pranata sosial adalah perangkat peraturan yang mengatur peranan serta hubungan antar anggota masyarakat, baik secara perseorangan maupun secara kelompok.
Berikut ini adalah pengertian dan definisi tentang masyarakat menurut beberapa ahli :

# PETER L. BERGER
Definisi masyarakat adalah suatu keseluruhan kompleks hubungan manusia yang luas sifatnya. Keseluruhan yang kompleks sendiri berarti bahwa keseluruhan itu terdiri atas bagian-bagian yang membentuk suatu kesatuan.


# MARX
Masyarakat ialah keseluruhan hubungan - hubungan ekonomis, baik produksi maupun konsumsi, yang berasal dari kekuatan-kekuatan produksi ekonomis, yakni teknik dan karya


# GILLIn & GILLIN
Masyarakat adalah kelompok manusia yang mempunyai kebiasaan, tradisi, sikap, dan perasaan persatuan yang diikat oleh kesamaan.


# HAROLD J. LASKI
Masyarakat adalah suatu kelompok manusia yang hidup dan bekerjasama untuk mencapai terkabulnya keinginan-keinginan mereka bersama


# ROBERT MACIVER
Masyarakat adalah suatu sistim hubungan-hubungan yang ditertibkan (society means a system of ordered relations)


# SELO SOEMARDJAN
Masyarakat adalah orang-orang yang hidup bersama dan menghasilkan kebudayaan


# HORTON & HUNT
Masyarakat adalah suatu organisasi manusai yang saling berhubungan


# MANSUR FAKIH
Masyarakat adalah sesuah sistem yang terdiri atas bagian-bagian yang saling berkaitan dan masing-masing bagian secara terus menerus mencari keseimbangan  (equilibrium) dan harmoni

3.      Pengertian Kebudayaan
Pengertian Kebudayaan – Budaya atau Kebudayaan adalah suatu cara hidup yang berkembang dan dimiliki bersama oleh sebuah kelompok orang dan diwariskan dari generasi ke generasi. Budaya terbentuk dari banyak unsur yang rumit, termasuk sistem agama dan politik, adat istiadat, bahasa, perkakas, pakaian, bangunan, dan karya seni. Bahasa, sebagaimana juga budaya, merupakan bagian tak terpisahkan dari diri manusia sehingga banyak orang cenderung menganggapnya diwariskan secara genetis. Ketika seseorang berusaha berkomunikasi dengan orang-orang yang berbada budaya dan menyesuiakan perbedaan-perbedaannya, membuktikan bahwa budaya itu dipelajari.
Budaya adalah suatu pola hidup menyeluruh. budaya bersifat kompleks, abstrak, dan luas. Banyak aspek budaya turut menentukan perilaku komunikatif. Unsur-unsur sosio-budaya ini tersebar dan meliputi banyak kegiatan sosial manusia.
Kebudayaan berasal dari bahasa Sansekerta yaitu buddhayah, yang merupakan bentuk jamak dari buddhi (budi atau akal) diartikan sebagai hal-hal yang berkaitan dengan budi dan akal manusia. Dalam bahasa Inggris, kebudayaan disebut culture, yang berasal dari kata Latin Colere, yaitu mengolah atau mengerjakan. Bisa diartikan juga sebagai mengolah tanah atau bertani. Kata culture juga kadang diterjemahkan sebagai “kultur” dalam bahasa Indonesia.

Kebudayaan Hindu dan Budha

Pada awal abad ke-3 dan ke-4 masehi, agama Hindu masuk ke indonesia khususnya ke pulau jawa. Perpaduan antara kebudayaan setempat dengan kebudayaan Hindu yang berasal dari India berlangsung dengan mantap. Sekitar abad ke-5, ajaran Budha atau budhisme masuk ke wilayah Indonesia, khususnya ke dalam pulau jawa. Agama/ajaran budha dapat dikatakan berpandangan lebih maju dari pada hinduisme, sebab dalam ajaran budhisme tidak mengenal adanya kasta-kasta dalam kehidupan masyarakat.

Walaupun demikian,kedua agama tersebut tumbuh dan berkembang berdampingan secara damai di Indonesia, Khususnya di dalam pulau jawa. Kedua penganut agama tersebut melahirkan karya budaya yang sangat bernilai tinggi dalam seni bangunan atau arsitektur, seni pahat,seni ukir, dan seni sastra. Salah satu contohnya adalah bangunan dan relief-relief yang di abadikan di dalam candi-candi di Indonesia, khususnya pulau jawa.
Kebudayaan Islam

Pada abad ke-15 dan ke-16, agama islam telah dikembangkan di indonesia, oleh para pemuka-pemuka islam yang disebut wali sanga. Titik sentral penyebaran agama islam saat itu berada di pulau jawa. Tetapi, sebenarnya agama islam telah masuk ke dalam pulau jawa pada abad ke-11 dengan bukti adanya wanita islam yang meninggal dan dimakamkan di Kota Gresik.Masuknya agama Islam ke Indonesia, khususnya ke dalam pulau jawa berlangsung secara damai. Karena islam masuk ke Indonesia tanpa unsur paksaan, melainkan dengan cara baik-baik.

Agama Islam berkembang pesat di Indonesia dan menjadi agama yang mendapat penganut sebagian besar penduduk Indonesia. Dan hal ini menyebabkan kebudayaan Islam mempunyai peranan besar dalam perkembangan kebudayaan dan kepribadian bangsa Indonesia.

Kebudayaan Barat
Unsur kebudayaan yang juga memberi warna terhadap corak lain dari kebudayaan dan kepribadian bangsa indonesia adalah kebudayaan Barat. Awal kebudayaan Barat masuk ke negara Indonesia ketika terjadi penjajahan, terutama bangsa Belanda. Mulai dari penguasaan dan kekuasaan perusahaan dagang Belanda (VOC) dan berlanjut dengan pemerintahan kolonialisme Belanda, Indonesia telah dijajah selama 350 tahun. Dipusat kekuasaan pemerintahan Belanda, dikota-kota propinsi, kabupaten muncul bangunan-bangunan dengan gaya arsitektur Barat. Dalam kurun waktu itu juga, dikota-kota pusat pemerintahan terutama di Jawa, Sulawesi Utara, dan Maluku berkembang dua lapisan sosial. Lapisan Sosial pertama, terdiri dari kaum buruh dari berbagai lapangan pekerjaan. Lapisan kedua, adalah kaum pegawai. Dalam lapisan sosial kedua inilah pendidikan Barat di sekolah-sekolah dan kemampuan dan kemahiran berbahasa Belanda menjadi syarat utama untuk mencapai kenaikan kelas sosial.

Akhirnya masih harus disebut pengaruh kebudayaan Eropa yang masuk juga kedalam kebudayaan Indonesia, ialah agama katolik dan agama kristen protestan. Agama-agama biasanya disiarkan dengan sengaja oleh organisasi-organisasi penyiran agama (missie untuk agama katolik dan zending untuk agama protestan) yang semuanya bersifat swasta. Penyiaran dilakukan terutama di daerah-daerah dengan penduduk yang belum pernah mengalami pengaruh agama hindu, budha, dan islam. daerah-daerah itu misalnya Irian Jaya, Maluku Tengah dan Selatan, Sulawesi Utara dan Tengah, Nusa Tenggara Timur, dan pedalaman kalimantan.

Share this:

CONVERSATION

0 comments:

Posting Komentar